Senin, 26 Mei 2014

Contoh Pembuatan ERD dan DFD dalam Sistem Penyewaan Mobil

Postingan kali ini adalah mengenai pembuatan Entitiy Relationship Diagram (ERD), Data Flow  Diagram (DFD) Kontek (Level 0), dan juga Data Flow  Diagram (DFD) Level 1 pada Sistem Informasi Penyewaan Mobil. Adapun postingan di bawah ini adalah jawaban UAS Mata Kuliah Sistem Informatika Manajemen (SIM). Saya sengaja mempostingnya, karena saya berfikir mungkin ini bisa menjadi referensi tambahan dan membantu teman-teman yang membaca. Dalam postingan ini terdapat beberapa gambar ERD dan DFD yang saya buat menggunakan aplikasi Paint. Baiklah langsung saja menuju isi topiknya sebagai berikut.

A. Latar Belakang
      Kemajuan   teknologi  informasi saat ini memegang peranan penting dalam dunia industri. Peran teknologi informasi dalam memperbaiki sistem informasi di suatu  intsansi/organisasi pemerintahan maupun sektor swasta tidak hanya terbatas pada proses otomatisasi terhadap akses informasi tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, dan fleksibel.
      Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi tidak terbatas hanya oleh perusahaan/ organisasi berskala besar, tetapi juga oleh perusahaan/organisasi berskala menengah dan kecil dalam menunjang pengelolaan bisnisnya secara maksimal. Sistem informasi manajemen yang baik dan tepat dapat membantu pengambilan keputusan yang cepat, tepat, akurat dan efisien.
      Salah satu jenis usaha kecil dalam menengah yang sedang berkembang adalah penyewaan mobil. Saat ini banyak sekali agen-agen penyewaan mobil, namun masih banyak yang mengelola usaha tersebut dengan cara yang manual. Seperti penyimpanan data karyawan, mobil dan supir, proses transaksi yang masih mencatat dan menyalin hasil transaksi secara manual bukan dengan komputerisasi, dan hal-hal lainnya yang terbaik dalam usaha tersebut. Selain itu untuk memudahkan costumer untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, maka dibutukanlah media/sarana informasi yang mudah diakses di mana dan kapan pun.

B.  Identifikasi Masalah
      Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasikan masalah-masalah yang terdapat pada sistem informasi penyewaan mobil yaitu sebagai berikut.
1.      Dalam mengelola usaha bisnis rentalnya, pemilik rental masih banyak menggunakan cara-cara manual bukan dengan komputerisasi. Seperti ketika melakukan penyimpanan data (karyawan, mobil dan supir), proses transaksi yang masih mencatat dan menyalin hasil transaksi secara manual bukan dengan komputerisasi, dan hal-hal lainnya yang terbaik dalam usaha tersebut.

2.      Dalam memberikan informasi yang lengkap kepada customer mengenai profil atau layanan yang ditawarkan perusahaan, pemilih rental tidak menyediakan media/sarana informasi yang mudah diakses di mana dan kapan pun costumer inginkan.

C. Entitiy Relationship Diagram (ERD) Sistem Informasi Penyewaan Mobil



D. Data Flow  Diagram (DFD) Kontek (Level 0) Sistem Informasi Penyewaan Mobil



E. Data Flow  Diagram (DFD) Level 1 Sistem Informasi Penyewaan Mobil



Itulah contoh pembuatan ERD dan DFD dalam sistem penyewaan mobil.
KETERANGAN: untuk poin C dan E belum diberikan garis panah yang menghubungkan satu sama lain. Karena pada saat proses pembuatan, saya lupa menggambarnya. Alhasil saya memberi tanda panahnya dengan cara manual dengan pulpen pada saat sudah diprint :D.

Terima kasih sudah membaca.


Share:

Sabtu, 28 September 2013

Cara Download Aplikasi Google Play Dari PC Laptop

Cara Download Aplikasi Google Play Dari PC Laptop
Google Play adalah situs penyedia aplikasi dan game untuk smartpone tipe android, yang saya bahas adalah tentang pertanyaan Apakah aplikasi android yang di download di Google Play bisa di download dengan Pc atau Laptop? setelah googling ternyata pertanyaan tersebut jawabannya adalah Bisa, kalau tidak percaya silahkan ikuti Cara Download Aplikasi Google Play Dari PC Laptop
Persiapan
Akun Gmail

Berikut Caranya
Buka Google Chrome > Settings > Extentions
Drag file apk-downloader.crx ke Google Chrome
Muncul pembeitahuan untuk menambahkan ekstensi, klik Add untuk konfirmasi
Jangan lupa beri tanda centang pada Allow in incognito
Klik options pada APK Downloader, setting email gmail, password, dan id android
Tekan tombol *#*#8255#*#* dan Call untuk mendapatkan ID perangkat Android
Jika sudah silahkan kunjungi dan login di Google Play
Silahkan cari App atau game yang ingin anda instal di hp smartphone android dan tekan download apk pada url bar seperti gambar di bawah


Sekian dulu tutor saya Cara Download Aplikasi Google Play Dari PC Laptop

- See more at: http://www.3vil666.org/2013/05/cara-download-aplikasi-google-play-dari.html#sthash.f8JlyDrz.dpuf


Sumber: http://www.3vil666.org/2013/05/cara-download-aplikasi-google-play-dari.html
Share:

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cahaya yang Bersinar Kembali

Cahaya yang Bersinar Kembali

1 Agustus 2013...
Begitu banyak warna yang aku goreskan hari itu
Warna yang menghiasi hari-hariku
Warna yang menemaniku saat menunaikan ibadah puasa
Namun...
Dari sekian banyak warna
Entah warna apa yang dominan aku rasakan
Kesal? Lelah? Atau bingung?
Tak tau lagi aku kini
Ku coba telusuri lebih dalam rasaku
Hingga ku temukan seberkas cahaya
Cahaya kebahagiaan yang sempat redup
Kebahagiaan terpendam dalam doaku
Munafik memang bila aku menepikannya
Aku...
Tidak...
Bukan aku saja, tapi kita
Aku dan orang di sekitarku
Itu adalah kebahagiaan kita
Kebahagiaan yang selama ini kita nantikan bersama
Kebahagiaan yang mampu mencairkan suasana
Kebahagiaan itu ialah...
Ya...
Kebahagiaan menanti datangnya seseorang
Seseorang yang telah lama menghilang
Menghilang dari kehidupan kita
Hingga terlintas dibenak bahwa ia telah tiada
Namun sebentar lagi...
Sebentar lagi...
Ia kembali
Kembali...
Kembali dan pulang...
Membawa pesan damai dan keharmonisan
Menebarkan cinta dan kasih sayang
Inilah cahaya yang bersinar kembali...
Selamat datang kembali wahai bagian keluarga kita...
Share:

Jumat, 21 Juni 2013

Meresapi Berbisnis dalam Islam


Akhir pekan lalu, saat merapikan buku-buku koleksi yang terserak, saya menemukan sebuah sebuah buku berbahasa Arab dengan kertas isi berwarna putih (alias bukan kitab kuning). Di sampul, tertulis judul “Tafsir Ayat Al-Ahkaam” atau tafsir ayat-ayat tentang hukum.

Buku karya Muhammad Ali Ash Shabuny ini saya buka-buka dengan hati-hati. Maklum buku lawas, kira-kira saya peroleh hampir 20 tahun silam. Begitu lama tak menyentuhnya. Dari daftar isi, perhatian saya langsung tersita ke sebuah bab yang khusus membahas riba.

Saya langsung ke halaman awal bab riba. Riba, menurut buku itu, adalah “ziyadah mutlaqah” alias tambahan yang pasti alias dimutlakkan. Sambil membaca cepat, saya lantas teringat fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan bunga bank, yang mutlak sekian persen per tahun, karena tergolong riba.

Fatwa MUI memang bukan hukum, melainkan kesepakatan ulama sehingga boleh diikuti atau tidak. Setidaknya jadi penuntun. Tapi di luar itu, saya pun merasakan, mengapa Islam (sebagaimana banyak tertera pada fiqh muamalah) memiliki sistem hubungan bisnis. 

Islam tidak hanya melarang perolehan bunga atau riba, tapi juga menyediakan solusi mendapatkan yang baik, yang sesuai syariah.

Dalam hubungan bisnis, solusi yang dikenal adalah mudharabah dan musyarakah. Keduanya sama-sama berpijak pada bagi hasil (berbagi keuntungan yang diperoleh), namun berbeda dalam hal memandang kerugian.

Pada sistem mudharabah, pihak pemberi modal disebut dengan shahib al-maal, sedangkan pihak penerima modal disebut mudharib. Sejumlah literatur menyebutkan, model ini pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad saat berbisnis dengan Khadijah. Muhammad bertindak sebagai mudharib, sementara Khadijah — yang menyerahkan domba-dombanya kepada Muhammad untuk dijual — sebagai shahibah al-maal.

Dalam hubungan bisnis ini, seandainya terjadi kerugian, maka yang menanggung adalah shahib al-maal. Tapi dengan catatan, jika kerugian akibat kelalaian atau ulah penyimpangan yang dilakukan oleh mudharib, maka dia pun ikut menanggung.

Sementara jika ada keuntungan, maka diterapkanlah pola bagi hasil sesuai kesepakatan awal. Misalnya, 70:30 antara pemberi modal dan penerima modal. Kata kuncinya adalah kesepakatan awal, sehingga kedua belah pihak sama-sama rela menerima rasio bagi hasil (yang tentu memperhitungkan risiko bisnis).

Pada sistem lainnya, yaitu musyarakah (arti harfiah: perserikatan), para pemberi modal adalah orang-orang yang terlibat dalam sebuah usaha (berserikat). Karena itu, baik keuntungan maupun kerugian yang didapat, akan ditanggung dan dinikmati bersama.

Khusus terkait keuntungan, tentu telah memperhitungkan seluruh biaya. Baik biaya operasional, produksi, maupun biaya lain yang lazim dalam bisnis. Tapi yang pasti, tidak boleh ada keuntungan mutlak yang ditetapkan di muka. 

Tak heran jika Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 08/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Pembiayaan Musyarakah bagian C ayat 2 berbunyi: “Setiap keuntungan mitra harus dibagikan secara proporsional atas dasar seluruh keuntungan dan tidak ada jumlah yang ditentukan di awal yang ditetapkan bagi seorang mitra.

Satu pesan moral yang begitu terasa dari fatwa MUI dan kitab tafsir ayat-ayat tentang hukum adalah, betapa bisnis dalam Islam berlandaskan saling percaya dan saling berbagi — baik untung maupun rugi.

Bagaimana bila diniatkan saja untuk sedekah?

Tentu saja sangat baik. Namun perlu diingat, sedekah bukanlah bisnis. Perbedaannya jelas: kita bersedekah demi berharap kerelaan Allah SWT terhadap hambanya. Tidak ada pengharapan nilai keuntungan dalam konteks ini. Bahkan ada yang menafsirkan, justru pengharapan keuntungan dari sedekah bisa menghilangkan pahala sedekah itu sendiri.

Betapa indahnya keteraturan yang sudah diberikan jalannya dalam syariah. Mudah-mudahan setelah merapikan buku-buku lawas yang terserak, ketika itu saya berharap, pemahaman serta niat selalu dijaga.

Herry Gunawan, Pendiri Plasadana.com

Thank to:
Sumber: www.yahoo.com
Share:

Pengunggahan Pikiran di 2045

Pengunggahan Pikiran di 2045 ?




Some futurists predict humans will be able to upload
their consciousness to computers … 

NEW YORK - Pada 2045, manusia akan mencapai keabadian digital dengan mengunggah pikiran mereka ke komputer atau setidaknya seperti yang dipercaya para pengamat masa depan. Ide itu memunculkan gagasan Global Futures 2045 International Congress, konferensi futuristis yang digelar pada 14-15 Juni.

Konferensi yang digagas miliarder Rusia Dmitry Itskov tersebut memadukan sains gila dan fiksi ilmiah. Konferensi itu menampilkan para pembicara yang memiliki latar belakang yang berbeda, dari tokoh sains seperti Ray Kurzweil, Peter Diamandis, dan Marvin Minsky sampai Swamis dan pemimpin spiritual lainnya.

2045
Kurzweil, seorang penemu, pengamat masa depan, dan pemimpin teknis di Google, memprediksi bahwa pada 2045, teknologi akan melampaui kekuatan otak dalam menciptakan hal yang super cerdas, era yang dikenal dengan istilah singularity (era di masa depan saat komputer menjadi lebih cerdas dari manusia). Ilmuwan lainnya juga pernah mengatakan bahwa robot-robot akan mengalahkan manusia pada 2100. 

Menurut Moore's law, kemampuan komputer meningkat dua kali lipat setiap dua tahun. Sejumlah teknologi juga mengalami kemajuan yang serupa, dari rangkaian genetik samapai percetakan 3D, kata Kurzweil kepada peserta konferensi. Dia menggambarkan poinnya dengan rangkaian grafis yang memperlihatkan peningkatan beragam teknologi yang tidak terelakkan.

Pada 2045, “Berdasarkan perkiraan konservatif mengenai jumlah penghitungan, Anda harus menirukan otak manusia, kita akan mampu mengembangkan kecerdasan kita miliaran kali,” kata Kurzweil.

Itskov dan orang-orang yang disebut “transhumanist” menganggap singularity yang akan terjadi itu sebagai keabadian digital. 

Lebih khusus lagi, mereka yakin bahwa dalam beberapa dekade mendatang manusia akan mampu mengunggah pikiran mereka ke sebuah komputer, melampaui kebutuhan tubuh biologis. Setidaknya untuk saat ini, gagasan itu terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun kenyataannya, perekayasaan saraf menjadi langkah besar terhadap pembentukan otak dan pengembangan teknologi untuk mengembalikan atau menggantikan fungsi-fungsi biologisnya.

Otak buatan

Pencapaian terbesar telah dibuat di bidang tampilan otak-komputer atau BCIs (Brain-Machine Interfaces). Implan koklea, tempat saraf koklea otak yang secara elektronik menstimulasi untuk mengembalikan indera pendengaran seseorang yang sulit mendengar merupakan pencapaian pertama BCI. Banyak kelompok yang kini mengembangkan BCIs untuk mengembalikan keahlian motorik, menyusul kerusakan sistem saraf akibat stroke atau cedera saraf tulang belakang. 

José Carmena and Michel Maharbiz, insinyur elektrik di University of California, Berkeley, berupaya mengembangkan keahlian motorik BCIs. Perangkat itu terdiri dari perangkat elektroda seukuran pil yang merekam sinyal saraf dari area motor otak, yang kemudian diurai oleh sebuah komputer dan digunakan untuk mengendalikan kursor komputer atau anggota tubuh buatan (seperti lengan robotik). 

Carmena dan Maharbiz mengungkapkan tantangan untuk membuat BCI dapat bekerja secara stabil selama beberapa waktu dan tidak membutuhkan tautan.

Theodore Berger, ahli saraf di University of Southern California di Los Angeles, membuat BCIs ke tahapan yang berikutnya, dengan mengembangkan sebuah memori buatan. Berger berniat mengantikan hippocampus otak, bagian dari otak yang mengubah momori jangka pendek (seperti menekan tombol) dan mengubahnya menjadi sinyal digital. 

Sinyal itu langsung menuju komputer untuk kemudian ditransfer secara matematis dan kemudian dikembalikan lagi ke otak, untuk dipatenkan menjadi memori jangka panjang. 

Dia telah berhasil menguji perangkat itu pada tikus dan monyet, dan kini diterapkan pada pasien manusia.

Pengunggahan pikiran

Konferensi itu menjadi lebih menarik saat Martine Rothblatt, pengacara, penulis, dan wirausahawan, sekaligus CEO perusahaan bioteknologi United Therapeutics Corp. tampil ke podium. Judul perbincangannya pun provokatif, yaitu “The Purpose of Biotechnology is the End of Death.” 

Rothblatt memperkenalkan konsep “mindclone” — versi digital dari manusia yang dapat hidup selamanya. Ia menggambarkan bagaimana kloning pikiran dibuat dari “mindfile,” atau tempat penyimpanan kepribadian online kita, yang menurutnya telah dimiliki manusia (contohnya dalam bentuk Facebook). 

Mindfile itu akan berjalan di mindware, sejenis perangkat lunak untuk kesadaran. “Perusahaan pertama yang mengembangkan mindware akan memiliki (akses) ribuan Google,” kata Rothblatt.

Namun, apakah mindclone tersebut bisa hidup? Rothblatt yakin bisa. Ia mengutip satu definisi mengenai kehidupan sebagai sebuah pengembangan kode untuk menghindarkan kekacauan. Sejumlah kritikus menepis apa yang Rothblatt sebut sebagai “dualisme Cartesian yang menakutkan,” menegaskan bahwa pikiran harus memiliki wujud biologi. Sebaliknya, ia berpendapat perangkat lunak dan perangkat keras sama baiknya dengan perangkat basah, atau material biologis.

Rothblatt kemudian membahas implikai dari pembuatan mindclone. Keberlanjutan diri menjadi isunya, karena persona tidak akan lagi mendiami tubuh biologis. Selain itu juga ada hak mindclone, yang akan menjadi “kontroversi” di abad ke-21, kata Rothblatt. Bahkan pengembangan mindclone dan penggambaran ulang pasca kematian juga dibahas.

Dunia kuantum
Berkaitan dengan pembahasan teknologi otak dan pengunggahan pikiran, banyak yang membahas kealamian kesadaran di jagat raya. Fisikawan Roger Penrose dari University of Oxford dan beberapa pihak menolak interpretasi bahwa otak bukan sekadar komputer. 

Penrose menyatakan bahwa kesadaran adalah fenomena kuantum mekanis yang muncul dari keajaiban jagat raya. Mereka yang berasal dari kalangan intelektual seperti Penrose menganggap bahwa mengunggah otak akan membutuhkan komputer kuantum, yang pengembangannya kemungkinan tidak akan terjadi pada 2045.

Namun Itskov berpikir sebaliknya. Presiden Global Future 2045 Congress berusia 32 tahun tersebut bersikeras untuk dapat hidup selamanya.

Thank to:
Sumber: www.yahoo.com
Share: