Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Contoh Laporan Observasi pada Usaha Mikro: "Studi Kasus Usaha Nasi Goreng Mas Herry"

Kali ini, saya ingin memposting kembali mengenai hasil observasi nasi goreng yang telah saya lakukan dalam memenuhi tugas kuliah. Sebelumnya, saya pernah juga memposting contoh laporan observasi nasi goreng Pak Broto, namun isi postingan kali ini bisa dibilang lebih detail. Isi bahasan cenderung mengenai penerapan strategi yang dilakukan pada usaha nasi goreng. Semoga postingan ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan. Berikut pembahasannya.

A. Sekilas Tentang Latar Belakang Usahanya

Bermula dari mengikuti jejak sang ayah, Herry Aprianto (31 tahun) atau yang akrab disapa Mas Herry ini akhirnya mendirikan usaha kecil-kecilan di bidang makanan siap saji, yaitu nasi goreng. Usaha yang notabennya adalah makanan favorit orang Indonesia ini, ia dirikan pada tahun 2008, tepatnya sekitar enam tahun yang lalu dengan modal awal sebesar 7.000.000 rupiah. Modal awal ini ia peroleh dari hasil meminjam dengan saudaranya yang ada di Jakarta. Dalam kurun waktu sekitar setengah tahun sejak berdirinya, ia sudah mampu mengembalikan pinjamannya itu. Dengan modal awal sebesar inilah, Mas Herry dapat menjalankan usahanya hingga sekarang. Kini, dari hasil penjualannya ini ia mampu meraup omset kurang lebih sebesar Rp 500.000,- perharinya. Sehingga keuntungan yang dapat ia peroleh perharinya yaitu sebesar Rp 200.000,- dengan asumsi 50 piring habis terjual. Jika diakumulasikan dalam setahun bisa diperoleh omset bersih kurang lebih sebesar 62.400.000 rupiah setelah dikurangi beban sewa tempat usaha.

B. Profil Usaha

Dari hasil observasi yang telah saya lakukan pada usaha mikro ini, dapat dideskripsikan profil usahanya yang dituliskan sebagai beikut.
  • Jenis usaha      : Kuliner
  • Nama usaha    : Nasi Goreng Mas Herry
  • Nama pemilik : Herry Aprianto
  • Alamat usaha  : Jl. Pisangan, Ciputat-Tangerang Selatan
  • Kegiatan         : Menjual nasi goreng dengan lauk pauk, dengan tampilan berbeda dan dicampur dengan beberapa bahan tambahan seperti sosis, baso, hati ampela yang ditambah dengan pelengakap acar dan kerupuk. Selain itu, menjual mie dan kwetiau yang beraneka rasa.
  • Waktu operasi : 17.00-01.00 WIB, namun jika nasi gorengnya habis sebelum pukul 01.00 maka warung ditutup.
C.           Bauran Pemasaran pada Usaha Nasi Goreng Mas Herry

Dari hasil observasi ini, didapatkan data mengenai bauran pemasaran yang ada pada usaha Nasi Goreng Mas Herry. Adapun rinciannya sebagai berikut.
Ø  Tempat (Place)
Lokasi yang diambil oleh Mas Herry dalam menjalankan usahanya yaitu di daerah Pisangan, Ciputat-Tangerang Selatan. Ia menyewa tempat dalam bentuk kontarakan rumah, karena selain digunakan untuk tempat tinggal, kontrakannya digunakan juga untuk tempat usahanya. Lokasi ini terletak di pinggir jalan, dan tergolong strategis, karena pasalnya dekat dengan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta kos-kosan para mahasiswa/mahasiswi.

Ø  Produk (Procuck)
Pada umumnya, produk yang ditawarkan oleh Mas Herry dalam usahanya yaitu nasi goreng, di mana nasi goreng ini dikemas dengan variasi rasa yang berbeda sesuai dengan jenisnya. Selain menjual nasi goreng yang beraneka jenis dan rasa, ia juga menjual mie dan kwetiau yang tentunya memiliki vasriasi jenis yang berbeda juga. Untuk minumannya sendiri, ia menawarkan minuman yang pada umunya sama dengan tempat lain. Adapun produk makanan dan minuman yang dijajankan oleh Mas Herry yaitu:

Menu Makanan
Menu Minuman
1.     Nasi Goreng Biasa/Ayam
1.      Air Putih
2.     Nasi Goreng Ati Ampela
2.      Teh Hangat Manis
3.     Nasi Goreng Pete
3.      Es The Manis
4.     Nasi Goreng Sosis Bakso
4.      Es Jeruk
5.     Nasi Goreng Spesial
5.      Jeruk Hangat
6.     Mie Goreng

7.     Mie Rebus

8.     Kwetiau Goreng

9.     Kwetiau Rebus


Ø  Promosi (Promotion)
Dalam memasarkan dagangannya, Mas Herry hanya memasang spanduk atau papan nama di tempat usaha. Selain itu, ia membuat lampu dengan penerangan yang cukup saat berjualan sehingga dapat terlihat dari kejauhan. Sedangkan strategi promosi paling efektif yang diterapkan oleh Mas Herry adalah dengan jenis promosi mulut ke mulut (mouth to mouth). Promosi jenis ini baru akan terjadi jika konsumen puas dengan cita rasa menu yang telah dijual.

Ø  Harga (Price)
Harga yang ditawarkan oleh Mas Herry ini tergolong relative murah. Kisaran harganya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 14.000. Harga ini tergantung dari jenis menu mana yang akan dipesan pelanggan.

D.           Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal pada Usaha Nasi Goreng Mas Herry

Selain mendapatkan data mengenai bauran pemasaran yang ada pada usaha Mas Herry ini, saya juga mendapatkan data lain, yang kemudian saya jabarkan dalam analisis lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan analisis SWOT di bawah ini.
1.        Identifikasi Peluang dan Ancaman Eksternal (Opportunity – Threat)
Ø Peluang (Opportunity)
Nasi goreng biasa dicari dan sering dijadikan menu utama pilihan bagi orang-orang yang lapar dan malas memasak di malam hari, apalagi saat cuaca dingin yang membuat hangat badan. Selain itu, nasi goreng yang didagangkan Mas Herry kepada para pelanggannya ini memiliki kualitas dan cita rasa yang baik dibandingkan dengan para pesaingnya, walaupun pesaing memiliki kelebihan dalam hal inovasi. Karena peluang-peluang inilah yang membuat Mas Herry memilih usaha ini sebagai ladang penghasilan hidupnya.

Ø Ancaman (Threat)
Ancaman eksternal yang dihadapi oleh Mas Herry yaitu banyaknya pesaing yang menjual jenis produk yang sama namun menyediakan fasilitas yang lebih nyaman, dan inovasi-inovasi yang lebih unggul. Selain itu, banyak pesaing lain yang dalam menjual dagangannya masih dengan cara berkeliling, sehingga mereka lebih mudah untuk menjangkau pelanggan. Ancaman-ancaman ini bisa membuat pelanggan lebih memilih membeli nasi goreng di pesaingnya ketimbang di Mas Herry. Sehingga apabila ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan usaha Mas Herry akan mengalami penurunan omset penjualannya.

2.        Kesadaran akan Kekuatan dan Kelemahan Internal (Strength – Weakness)
Ø Kekuatan (Strength)
Kekuatan internal yang ada pada usaha Mas Herry ini yaitu memiliki kemampuan handal dalam memasak dan menyajikan aneka jenis nasi goreng, mie, dan kwetiau yang dijualnya. Mas Herry juga mampu mempertahankan cita rasa nasi gorengnya yang enak dari awal berdirinya hingga sekarang. Mas Herry mempunyai sifat yang ramah kepada semua orang, yang mana ini bisa menjadi bekal tersendiri bagi Mas Herry dalam memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan, sehingga dapat meningkatkan loyalitas. Dengan kekuatan-kekuatan internal yang dimilikinya inilah, yang membuat Mas Herry mampu mengambil peluang yang ada dan mampu bersaing dengan penjual nasi goreng yang lain.

Ø Kelemahan (Weakness)
Kelemahan internal yang ada pada usaha Mas Herry ini yaitu kurangnya fasilitas penunjang yang disediakan seperti TV, kipas, dan sebagainya. Tempat makan yang disediakan pun juga kurang bersih. Sehingga pelanggan merasa kurang nyaman ketika makan di tempat. Selain itu, pemilik juga kurang melakukan inovasi-inovasi produk baru yang lebih diminati pelanggan.

E.            Strategi pada Usaha Nasi Goreng Mas Herry Ditinjau dari Berbagai Aspek

Dalam menjalankan usaha nasi gorengnya, Mas Herry menerapkan beberapa strategi yang dapat ditinjau berdasarkan beberapa aspek, diantaranya yaitu:
1.        Aspek Pemasaran
Dalam memasarkan dagangannya, Mas Herry hanya memasang spanduk atau papan nama di tempat usaha. Selain itu, ia membuat lampu dengan penerangan yang cukup saat berjualan sehingga dapat terlihat dari kejauhan. Sedangkan strategi promosi paling efektif yang diterapkan oleh Mas Herry adalah dengan jenis promosi mulut ke mulut (mouth to mouth) dari para pelanggan yang telah membeli.

2.        Aspek Produksi
Dalam hal ini, Mas Herry melakukan produksi nasi goreng setiap harinya sebanyak 40 piring. Adapun bahan dasar yang diperlukan dalam pembuatan nasi goreng yaitu:

Nasi putih
Minyak goreng
Telur   
Bawang putih
Bawang daun
Garam
Mentega
Cabe merah
Penyedap masakan
Daging ayam
Lada halus
Kecap
Tomat
Mentimun


Proses pembuatan nasi goreng:
ü  Masukkan minyak goreng secukupnya ke dalam wajan;
ü  setelah panas masukkan irisan bawang daun, bawang putih, cabe merah, daging ayam, penyedap masakan, dan telur;
ü  setelah wangi masukan nasi secukupnya dan diaduk hingga merata;
ü  tambahkan lada halus dan kecap lalu aduk sampai masak;
ü  setelah itu angkat dan nasi siap disajikan bersama irisan tomat, acar dan mentimun.
Untuk memperoleh beberapa bahan baku dasar di atas, Mas Herry membeli di tempat supplier langganannya yang ada di Pasar Ciputat.

3.        Aspek Permodalan
Modal awal yang digunakan Mas Herry untuk memulai usaha nasi gorengnya yaitu sebesar 7.000.000 rupiah, yang diperoleh dari hasil meminjam saudarnya yang ada di Jakarta. Modal awal ini ia gunakan untuk menyiapkan segala macam peralatan seperti membeli gerobak, piring, sendok, garpu, kompor, dan peralatan lainnya yang kiranya dapat digunakan untuk menunjang usaha bisnisnya. Modal sehari-hari yang digunakan untuk membuat atau memproduksi nasi goreng yaitu sebesar 300.000 rupiah yang digunakan untuk membeli beras, minyak goreng, serta bahan-bahan lainnya. Namun, modal tersebut mungkin saja lebih kecil apabila terdapat bahan-bahan atau bumbu-bumbu yang masih ada atau masih tersisa untuk digunakan pada hari berikutnya. Lalu untuk mengitung omset per hari, diasumsikan harga nasi goreng biasa dikali dengan jumlah unit, di sini diasumsikan 50 piring habis terjual. Berikut informasi keuangan penjualan nasi goreng:

INFORMASI KEUANGAN PENJUALAN NASI GORENG
Modal per hari
Rp    (300.000,-)

Omset per hari (50 piring @ Rp 10.000)
Rp     500.000,-

  Laba bersih per hari

Rp      200.000,-
Laba kotor per bulan (Rp 200.000 @ 30 hari)
Rp   6.000.000,-

Beban sewa tempat per bulan
Rp      800.000,-

  Laba bersih per bulan

Rp   5.200.000,-
  Laba bersih per tahun (Rp 5.200.000 @ 12 bulan)

Rp  62.400.000,-

4.        Aspek Sumber Daya Manusia
Dalam menjalankan usaha nasi gorengnya, Mas Herry tidak melakukan perekrutan pegawai. Dengan kata lain, ia hanya dibantu oleh istrinya saja. Namun, pada hari-hari besar, misalnya hari lebaran, pemilik kerap kali meminta bantuan dari saudaranya yang ada di Jakarta untuk membantunya berjualan. Hal ini dikarenakan, pada hari-hari besar seperti itu, pelanggan terus meningkat.

F.       Strategi Bersaing pada Usaha Nasi Goreng Mas Herry

Dari hasil wawancara yang telah saya lakukan, saya dapat menganalisis bahwa strategi bersaing yang diterapkan oleh pemilik usaha adalah sebagai berikut:
1.         Fokus
Dalam menjalankan usahanya, Mas Herry selalu berfokus pada produk utamanya saja, yaitu nasi goreng. Dengan melakukan strategi ini maka pemilik dapat berfokus untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Cara yang ia lakukan yaitu dengan memperhatikan kualitas nasi goreng yang dijualnya serta dengan meningkatkan cita rasa yang tenggi agar pelanggan tidak merasa kecewa setelah membelinya.
2.         Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership)
Mas Herry yang tidak lain adalah pemilik usaha nasi goreng menerapkan strategi kepemimpinan biaya, di mana ia menjual produknya dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan penjual nasi goreng lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan cara menekan biaya yang digunakan dengan tidak mengurangi kualitas bahan-bahan yang dibeli untuk menjual nasi gorengnya. Hal tersebut dapat dilakukan karena pemilik memiliki hubungan yang baik dengan para supplier atau telah berlangganan dengan suatu penjual bahan-bahan dalam memproduksi nasi goreng sehingga pemilik diberikan harga yang murah.

Semoga bermanfaat.
By: Jumadi


Share:

Senin, 26 Mei 2014

Contoh Pembuatan ERD dan DFD dalam Sistem Penyewaan Mobil

Postingan kali ini adalah mengenai pembuatan Entitiy Relationship Diagram (ERD), Data Flow  Diagram (DFD) Kontek (Level 0), dan juga Data Flow  Diagram (DFD) Level 1 pada Sistem Informasi Penyewaan Mobil. Adapun postingan di bawah ini adalah jawaban UAS Mata Kuliah Sistem Informatika Manajemen (SIM). Saya sengaja mempostingnya, karena saya berfikir mungkin ini bisa menjadi referensi tambahan dan membantu teman-teman yang membaca. Dalam postingan ini terdapat beberapa gambar ERD dan DFD yang saya buat menggunakan aplikasi Paint. Baiklah langsung saja menuju isi topiknya sebagai berikut.

A. Latar Belakang
      Kemajuan   teknologi  informasi saat ini memegang peranan penting dalam dunia industri. Peran teknologi informasi dalam memperbaiki sistem informasi di suatu  intsansi/organisasi pemerintahan maupun sektor swasta tidak hanya terbatas pada proses otomatisasi terhadap akses informasi tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, dan fleksibel.
      Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi tidak terbatas hanya oleh perusahaan/ organisasi berskala besar, tetapi juga oleh perusahaan/organisasi berskala menengah dan kecil dalam menunjang pengelolaan bisnisnya secara maksimal. Sistem informasi manajemen yang baik dan tepat dapat membantu pengambilan keputusan yang cepat, tepat, akurat dan efisien.
      Salah satu jenis usaha kecil dalam menengah yang sedang berkembang adalah penyewaan mobil. Saat ini banyak sekali agen-agen penyewaan mobil, namun masih banyak yang mengelola usaha tersebut dengan cara yang manual. Seperti penyimpanan data karyawan, mobil dan supir, proses transaksi yang masih mencatat dan menyalin hasil transaksi secara manual bukan dengan komputerisasi, dan hal-hal lainnya yang terbaik dalam usaha tersebut. Selain itu untuk memudahkan costumer untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, maka dibutukanlah media/sarana informasi yang mudah diakses di mana dan kapan pun.

B.  Identifikasi Masalah
      Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasikan masalah-masalah yang terdapat pada sistem informasi penyewaan mobil yaitu sebagai berikut.
1.      Dalam mengelola usaha bisnis rentalnya, pemilik rental masih banyak menggunakan cara-cara manual bukan dengan komputerisasi. Seperti ketika melakukan penyimpanan data (karyawan, mobil dan supir), proses transaksi yang masih mencatat dan menyalin hasil transaksi secara manual bukan dengan komputerisasi, dan hal-hal lainnya yang terbaik dalam usaha tersebut.

2.      Dalam memberikan informasi yang lengkap kepada customer mengenai profil atau layanan yang ditawarkan perusahaan, pemilih rental tidak menyediakan media/sarana informasi yang mudah diakses di mana dan kapan pun costumer inginkan.

C. Entitiy Relationship Diagram (ERD) Sistem Informasi Penyewaan Mobil



D. Data Flow  Diagram (DFD) Kontek (Level 0) Sistem Informasi Penyewaan Mobil



E. Data Flow  Diagram (DFD) Level 1 Sistem Informasi Penyewaan Mobil



Itulah contoh pembuatan ERD dan DFD dalam sistem penyewaan mobil.
KETERANGAN: untuk poin C dan E belum diberikan garis panah yang menghubungkan satu sama lain. Karena pada saat proses pembuatan, saya lupa menggambarnya. Alhasil saya memberi tanda panahnya dengan cara manual dengan pulpen pada saat sudah diprint :D.

Terima kasih sudah membaca.


Share:

Selasa, 21 Mei 2013

Contoh Laporan Observasi Nasi Goreng Pak Broto


Laporan Observasi Nasi Goreng Pak Broto

1.      LATAR BELAKANG
            Di zaman dalam keadaan perekonomian yang sudah semakin sulit ini banyak sekali persaingan usaha di berbagai bidang perekonomian di dalam kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah persaingan dalam dunia wirausaha. Banyak wirausahawan yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memicu para wirausahawan untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki usahanya. Supaya usahanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam mengikuti perkembangan zaman, maka wirausaha tersebut harus dapat mengantisipasi perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif dengan melakukan strategi yang tepat agar tidak tersisih dalam persaingan. Selain itu wirausaha juga harus dapat mengantisipasi kecenderungan ekonomi di masa mendatang dan harus dapat bersaing dengan wirausaha lain yang bergerak di bidang yang sama. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kemajuan usahanya.
            Dalam berwirausaha para wirausahawan berbisnis tidak mesti besar akan tetapi usaha kecil menengah (UKM) pun sudah dapat mengurangi jumlah pengangguran di zaman sekarang ini. Contoh usaha bisnis yang paling banyak digeluti oleh masyarakat pada zaman sekarang ini adalah usaha di bidang kuliner. Ya usaha kuliner (makanan). Kenapa? Karena makanan merupakan suatu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia. Dan kita tahu bahwa di masa modern ini, banyak konsumen yang menyukai atau menggemari berbagai hal yang cepat saji, salah satu yang paling banyak digemari oleh konsumen adalah makanan yang serba instant/cepat saji, contohnya yaitu usaha nasi goring. Maka di masa ini banyak sekali seorang produsen atau pedagang yang menjual makanan yang cepat saji atau bisa disebut juga makanan yang instant.
            Dengan latar belakang perekonomian pada saat ini, saya tertarik untuk mengambil judul usaha industri kecil seperti usaha nasi goreng, karena usaha nasi goreng di tempat yang saya teliti sangat banyak penggemar dan pengunjungnya untuk membeli nasi goreng tersebut. Maka dalam penelitian saya ini saya mengambil judul usaha Nasi Goreng.

2.      DESKRIPSI HASIL OBSERVASI
Ø  Profil Usaha
  • Jenis Usaha     : Kuliner
  • Nama Usaha    : Nasi Goreng Pak Broto
  • Nama pemilik  : Pak Broto Sudirgo
  • Alamat usaha  : Jl. Meruya Ilir, Kel. Meruya Utara, Kec. Kembangan, Jakarta Barat
  • Kegiatan      : Membuat nasi goreng yang biasa hanya dimakan dengan lauk pauk, dengan tampilan berbeda dan dicampur dengan beberapa bahan tambahan seperti sosis, baso, daging ayam atau kambing, jamur,  telor, ikan asin, dengan pelengakap acar dan kerupuk.
·         Nasi Goreng Pak Broto buka pada pukul 06.00-00.00 WIB, namun jika nasi gorengnya habis sebelum pukul 00.00 maka warung ditutup.

Ø  Sejarah
Usaha ini didirikan sekitar tahun 2003, tepatnya 10 tahun yang lalu, dengan modal awal sebesar Rp.1.700.000,00. dengan rincian sebagai berikut;
• Peralatan dan sewa tempat/lahan: Rp. 1.500.000
• Bahan-bahan/hari : Rp 150.000
• Tenaga kerja/hari : Rp. 50.000

Ø  Bahan Dasar Nasi Goreng:

• Nasi putih
• Minyak goreng
• Telur
• Bawang putih
• Bawang daun
• Garam
• Mentega
• Cabe merah
• Penyedap masakan
• Daging ayam
• Lada halus
• Kecap
• Tomat
• Mentimun

Ø  Proses pembuatan nasi goreng:
ü  Masukkan minyak goreng secukupnya ke dalam wajan;
ü  setelah panas masukkan irisan bawang daun, bawang putih, cabe merah, daging ayam, penyedap masakan, dan telur;
ü  setelah wangi masukan nasi secukupnya dan diaduk hingga merata;
ü  tambahkan lada halus dan kecap lalu aduk sampai masak;
ü  setelah itu angkat dan nasi siap disajikan bersama irisan tomat, acar dan mentimun.

Ø  Informasi Keuangan
Satu porsi nasi goreng jawa: Rp.12.000,00
Pendapatan kotor/hari: Rp. 300.000,00
Pendapatan bersih/hari; Rp.160.000,00

3.      KESIMPULAN
            Sebenarnya untuk memulai suatu usaha di bidang makanan, apalagi bisnis nasi goreng yang digeluti bapak mulyono tidak susah, yang penting perlu niat dan usaha. Tidak semua usaha langsung sukses, semua butuh pengorbanan dan kerja keras. Satu lagi untuk tetap mempertahankan pelanggan, bisnis nasi goreng harus tetap mempertahankan kualitas rasa dan kebersihan. Agar pelanggan tetap setia dan bertambah banyak.

Baca juga: 

Contoh Laporan Observasi pada Usaha Mikro: "Studi Kasus Usaha Nasi Goreng Mas Herry"


Isi dari studi kasus di atas lebih banyak.
Terima kasih sudah membaca.
Share:

Minggu, 14 April 2013

Contoh Pengaruh Budaya Barat Terhadap Kehidupan Masyaraka Islam di Indonesiat


     Contoh pengaruh budaya barat terhadap kehidupan masyarakat Islam di Indonesia antara lain yaitu:

Ø  Sering kami temui etika barat yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Islam, seperti bermunculannya klub-klub malam di mana kita semua mengetahui di tempat ini terdapat kemaksiatan-kemaksiatan, tetapi ironisnya masyarakat Islam sendiri berada di tempat klub-klub malam ini.
Ø  Kemudian ada etika barat yang berdosa besar lalu masyaarakat Islam meniru seperti seks di luar nikah yang banyak dilakukan remaja-remaja dengan alasan cinta. Jelas-jelas perilaku seks di luar nikah sangat dilarang dan berdosa besar. Sehingga banyak berita bermunculan remaja Indonesia yang seks di luar nikah mengalami peningkatan. Ini sangat memprihatinkan.
Ø  Etika barat lain yang turut andil berperan mempengaruhi kehidupan masyarakat Islam ialah meminum khamar dan juga pemakaian Narkoba yang seharusnya digunakan untuk keperluan medis tetapi disalahgunakan oleh masyarakat umum.
Ø  Di lingkungan di sekitar kami dan seperti pada lingkungan umumnya sering ditemukan teman-teman yang beragama Islam memakai pakaian yang irit, ketat dan mini. Hal ini jelas bertentangan dengan etika Islam. Karena pakaian yang diperbolehkan dalam ajaran Islam ialah bagi wanita tertutup semua kecuali telapak tangan dan muka. Yang bagi laki-lakinya dari dada hingga lutut mesti tertutup serta tangan tertutup hingga siku. Hal ini akibat dari pengaruh etika barat yang masuk ke Indonesia. Persepsi mayoritas remaja / generasi muda terlihat galau dan tidak percaya diri pada etika islam. Menjadi bangga apabila mengikuti etika barat. Menurut generasi muda etika barat menjadi baramoter tingkat tren dan modern remaja-remaja masyarakat Islam khususnya Indonesia. Bagi yang mencontoh gaya ke arab-araban dikatakan masyarakat yang kuno. Kenapa kita mesti alergi dengan etika dalam kehidupan masyarakat Islam.

          Dalam menanggapi kasus di atas, kita sebagai warga Indonesia khususnya sebagai orang Islam harus pandai-pandai menyaring budaya barat yang masuk ke dalam negeri kita ini, yaitu dengan memilih budaya yang baik dan sesuai dengan budaya yang ada di negara kita dan menolak budaya yang dianggap menyimpang dari syariat Islam dan budaya kita. Hal ini kita lakukan senantiasa untuk menjaga keimanan kita supaya tetap terjaga, sehingga akhlak dan etika kita dalam bergaul dan menjalani kehidupan sehari-hari dapat diaplikasikan dengan baik, sekaligus menjaga kebudayaan yang sudah kita miliki ini.
Share: