Senin, 01 Januari 2024
Minggu, 31 Desember 2023
Senin, 31 Januari 2022
Jumat, 06 Agustus 2021
Flayer Design for Instagram Feed @exploretrus_
Rasa-rasanya pengen dah ngepost hasil design di blog sendiri. Okelah gua mau share
salah satu design yang pernah gua
bikin untuk keperluan flayer instagram ExploreTrus.
Biar pada tau, jadi ExploreTrus adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan tour dan travel dan udah berdiri sejak tahun 2016. Dulu namanya Trivanation.
Tapi berubah nama dan logo pada 17 Juni 2020 lalu, guna meningkatkan semangat kinerja perusahaan dalam memperkenalkan produk serta best service yang lebih beragam kepada para client perusahaannya.
Design di bawah konsepnya microblog,
tapi yang gua share yang versi
fullnya aja.
Terpilih:
Designed by: Jumadi
Trip Simulasi | Kembali Berwisata | #kembaliberwisata
![]() |
| Logo Official Kembali Berwisata |
Duh, mau ngepost ini tapi telat banget haha. Tapi gapapalah, dari pada jamuran kalo disimpen di laptop doang. Mending dishare, kali aja bermanfaat.
Tahun lalu gua pernah disuruh buat logo dan desain flayer untuk keperluan Trip Simulasi | Kembali berwisata. Isinya tentang semangat dalam upaya menaikkan gairah pariwisata Indonesia kembali yang sempat terpuruk di tengah badai pandemi.
Masih bingung juga? Oke gua jelaskan sedikit. Jadi gini:
Pada pertengahan 2020 lalu, muncul
tagar #kembaliberwisata di berbagai
media sosial, khususnya Instagram. Tagar ini muncul seiring dengan adanya
gerakan dari puluhan tour organizer
yang barasal dari ragam daerah di Pulau Jawa dalam menyiasati dampak Covid- 19.
Dalam gerakan itu, mereka bersatu
dan membuat sebuah gagasan baru yang kemudian menghasilkan sebuah istilah “Trip Simulasi”.
Trip Simulasi sendiri adalah serangkaian kegiatan trip di era New Normal dengan tetap menerapkan
protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
Trip Simulasi yang bertajuk #kembaliberwisata ini bertujuan untuk
membangkitkan gairah pariwisata domestik Tanah Air. Lalu, seperti apa sih
protokolnya? Berikut rangkaiannya.
Protokol Kesehatannya:
1. Pembersihan dan Penyemprotan
Kendaraan Transportasi
- Sebelum berangkat trip, kendaraan transportasi akan dibersihkan dan disemprot menggunakan disinfektan terlebih dahulu guna memberikan keamanan dan kenyamanan peserta.
2. Pengecekan Suhu Tubuh
- Sebelum keberangkatan, tepatnya pada meeting point, setiap peserta akan dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya oleh crew. Jika suhu tubuhnya normal, maka peserta dapat melanjutkan trip. Pengecekan akan kembali dilakukan saat sudah tiba di destinasi dan bersifat berkala.
3. Pengisian Form Pernyataan Sehat
- Setelah pengecekan suhu tubuh, semua peserta akan diberikan sebuah Form Pernyataan Sehat oleh crew, dan setiap peserta wajib mengisi form tersebut.
4. Penggunaan Masker dan Hand Sanitizer
- Setiap peserta wajib menggunakan masker dan membawa hand sanitizer selama kegiatan trip berlangsung. Disarankan untuk membawa masker cadangan.
5. Pembatasan Kapasitas Penginapan dan Jumlah Maksimum Orang per Destinasi Wisata
- Guna tetap menjaga physical distancing selama trip, maka diberlakukan pembatasan terhadap kapasitas penginapan (100% menjadi 50%-70%), serta jumlah maksimum orang per destinasi wisata (500 orang menjadi 200 orang).
6. Penyediaan Fasilitas Cuci
Tangan
- Semua peserta dapat melakukan cuci tangan pada fasilitas yang sudah disediakan di penginapan maupun sekitar destinasi.
Gituuu sodara-sodara, #CMIIW ya haha.
Nah, untuk desiain logo dan flayer Instagram yang gua maksud ada di bawah ya. Konsepnya microblog.
Versi cuttingnya:
Kamis, 05 Agustus 2021
Moodbooster = Instrumental Music + A Cup of Coffee
Gua suka banget musik instrumen. BANGET!
Mulai dari jenis epic, piano, lofi, NCS, theme song, saxophone, orchestra dan lainnya yang gua sendiri pun kurang paham masuk jenis apa. Karena saat gua mendengarkan itu, entah kenapa
bisa moodbooster banget.
Apalagi saat dibarengi dengan minum secangkir kopi sachet INDOCAFE – Coffemix. Beh, sensasinya
luar biasa! Seakan konsentrasi gua bisa lebih tajem dan motivasi menggebu
– gebu.
Berkat ini juga, gua jadi lebih tau dan banyak memfavoritkan komposer
- komposer terbaik dunia dari segala jenis latarbelakang
musik yang berbeda.
Sebut aja Two Steps From Hell, Thomas
Bergersen, Audiomachine, Clint Mansell, Mark Petrie, Future World Music, Hans Zimmer, Ludovico
Einaudi, Yasuharu Takanashi, Hiroyuki Sawano, TheFatRat dan masih banyak lainnya.
Gua sering download musik –
musik mereka.
Buat pilih mana yang sering gua mainkan,
itu tergantung dari mood gua saat
itu. Misal kalo lagi santai, biasanya dengerin
Tau gak? Ada beberapa instrumen random yang menurut gua punya konsep “sound” serupa, tapi gak tau itu jenis apa, dan tentunya enak didengar. Coba dah dengerin, udah gua share di bawah, kalian tinggal klik tombol "play" aja.
Berikut playlistnya.
1. Two Places by A Himitsu
2. Snowflake by Borrtex
3. You’re Not
Alone by CMA
4. Found You by Ento
5. L'effet Mer
by Bertysolo
Gimana? Rada-rada miripkan ya? hahaha
FYI, gua dapetin itu semua secara random. Momennya kaya pas lagi nonton suatu video, terus ga sengaja denger musik instrumennya enak. Saat itu juga gua langsung cari judulnya.
Biasanya kalo gak nemu di deskripsinya, gua make aplikasi Shazam #thanksshazam. Contohnya kaya nomer 5, nemunya pas lagi nonton Trib*n News di yutup wkwk.
Next, gua mungkin bakal share musik instrumen dari komposer – komposer di atas.
So, see you!
Written by: Jumadi
Image Source: https://p4.wallpaperbetter.com/wallpaper/731/808/6/beverage-breakfast-brown-caf-wallpaper-preview.jpg
Rabu, 04 Agustus 2021
Review Open Trip Dieng | "Negeri di Atas Awan"
![]() |
| Foto Bersama di Kompleks Candi Arjuna |
Januari 2020 lalu, gua ikut Open Trip Dieng dari salah satu perusahaan tour organizer. Menurut gue, open trip bisa menjadi salah satu alternatif terbaik bagi kalian yang mau liburan tapi sering berpikir “duh gak ada teman liburan, budget ngepas, gak mau ribet urus ini itu, dan lainnya”.
Manfaat open trip itu banyak.
Kalian bisa dapet teman baru, budget liburan jadi lebih irit, dan gak perlu pusing mikirin masalah cari homestay, transportasi, juga makan. Destinasi
wisata yang ditawarkannya pun beragam.
Di Open Trip Dieng ini, gua berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat
wisata yang ada di Dieng. Hasilnya sesuai ekspektasi. Kami dibuat kagum.
Nah, sekarang gua pengen sedikit review dan share tentang Dieng serta pengalaman open trip kemarin. Kira – kira, objek wisata apa aja yang dikunjungi. Simak di bawah ya, wkwk.
☁ ☁ ☁
Pernahkah kalian
membayangkan tinggal di suatu tempat dengan bukit yang menjulang, hembusan
udara sejuk di sekitar, pepohonan rimbun di plataran, panorama gunung-gunung
bak lukisan alam, serta selimut kabut yang seakan tak pernah pudar?
Dieng bisa
menjadi jawabannya. Dataran tinggi (2.093 mdpl) ini terletak di Provinsi Jawa
Tengah, tepatnya berada pada wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten
Banjarnegara.
Dieng.
Selain
mendapatkan julukan “Negeri di Atas Awan”,
Dieng juga mendapatkan julukan lain yaitu “Tanah Para Dewa”. Kawasan ini kerap dijadikan ajang perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) yang
diadakan setahun sekali, tepatnya bulan Agustus.
Panorama alam yang ditawarkannya pun mampu menghipnotis para pengunjungnya. Selain sebagai wisata alam, kawasan Dieng pun menyajikan wisata education bernuansa sejarah dan budaya yang tercermin dalam adat istiadat setempat serta artefak-artefak bersejarah.
| Foto di depan Landmark Dieng |
Selanjunya, kami beranjak ke Wisata Dieng Plateau Theater
yang menyajikan sebuah film dokumentasi seputar Dataran Tinggi Dieng berdurasi
sekitar 20 menit yang dikemas secara apik.
Kemudian lanjut ke Wisata Batu Ratapan Angin, yang merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan dua telaga sekaligus yang ada di kawasan Dieng. Merekalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Terbentuk dari proses letusan gunung berapi, kedua telaga ini memiliki warna yang tak lazim, loh. Pasalnya, Telaga Warna memancarkan nuansa gradasi warna hijau agak tua, hijau muda agak putih dan coklat, sedangkan Telaga Pengilon atau yang berarti Telaga Cermin berwarna bening dan merefleksikan keindahan alam di sekitar telaga.
| Masih gua pantau! Btw, ini di Batu Ratapan Angin |
Setelah terhipnotis dengan keindahan dua telaga tadi, kami diajak menapaki salah satu sisa peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno, Mahakarya Dinasti Sanjaya, yakni Kompleks Candi Arjuna.
Candi kuno Hindu tertua di Pulau Jawa ini keberadaannya
begitu populer di kalangan wisatawan domestik maupun asing, loh. Gaya unik
arsitektur bangunannya sangat cocok untuk kalian manfaatkan sebagai spot berswafoto.
Keesokan
harinya, kami melakukan sebuah tracking
pendek menuju Puncak Bukit Sikunir yang letaknya di Desa Sembungan. Sebuah desa
tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Jangan khawatir, track-nya cocok kok untuk pemula yang belum pernah mendaki gunung. Inilah
tempat yang sangat wajib kalian kunjungi jika berlibur ke kawasan Dataran
Tinggi Dieng, ya.
Dari puncak
inilah, kalian akan menikmati salah satu
ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan berupa Golden Sunrise. Cahaya keemasan yang
dihasilkan dari efek sang surya terbit inilah sehingga orang-orang menamainya
seperti itu. Tak jarang, euforia kegembiraan dari para pengunjung sering kali
terlihat tatkala menyaksikan kehadiran sang surya.
Maka, tak
berlebihan rasanya jika banyak orang yang menobatkan bahwa Golden Sunrise di Puncak Sikunir ini adalah yang tercantik di
kawasan Asia Tenggara. Bahkan, jika cuaca dalam keadaan bersahabat, kalian akan
beruntung menyaksikan indahnya hamparan kabut putih nan sejuk menyerupai awan, loh.
Belum lagi
remang-remang dari pijaran lampu pemukiman penduduk sekitar yang melengkapi
keeksotisannya. Nah, dari Puncak Sikunir ini pula julukan “Negeri di Atas Awan” diperoleh. Menarik bukan!
Setelah selesai
menikmati indahnya panorama dari Puncak Bukit Sikunir, tiba saatnya kami menyicipi
kuliner khas Dieng yang bernama Mie Ongklok, kuliner yang sangat cocok
dinikmati di udara dingin.
Terakhir, kami singgah ke pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Dieng. Carica adalah salah satunya yang kerap kali dibeli para wisatawan yang datang.
| Narsis Dikit |
Thanks and see you!
Written by: Jumadi
Kamis, 14 Mei 2020
Nasib Pengusaha Bus di Tengah Domino Covid-19
Image Source: https://policyscotland.gla.ac.uk/
Sabtu, 07 Desember 2019
Sensasi Bermalam di "Private Island" - Pulau Gili Labak, Madura
![]() |
| Landmark Tulisan Pulau Gili Labak |
![]() |
| Suasana di Pulau Gili Labak |
![]() |
| Momen Menikmati Moonset di Pulau Gili Labak |
- FYI, di Pulau Gili Labak itu gak ada listrik cuy, kalo pun ada itu juga nyalanya dari pukul 18.00 WITA – 06.00 WITA. Jadi, sebelum nyeberang ke ini pulau, gue saranin banget untuk isi full daya batrai device kalian dah, kalo perlu bawa powerbank yang banyak.
- Warung-warung yang jualan makanan di Pulau Gili Labak itu gak ada yang mewah, dengan kata lain sederhana. Tapi, bukan berati makanannya gak enak ya. Justru kemarin gua makannya minta nambah saking enaknya. Efek puasa mungkin, ye.
- Penginapan di Pulau Gili Labak ada, cuma yaaa standar aja. Kalo mau lebih seru, bawa aja tenda kemping dari rumah. Banyak kok yang kalo ke sini bawa tenda. Contohnya gua kemaren.
- Masalah air bersih di pulau ini sepertinya sama seperti yang ada di pantai-pantai lainnya. Airnya payau, dan sedikit asin gimana gitu. Tapi, bisalah ya untuk mandi dan bersih-bersih badan.
- Nah ini dia yang paling penting. Bagi kalian yang punya rencana berlibur ke Pulau Gili Labak, usahakan mengajak sedikitnya 8 hingga 10 orang, ya. Bikin rombongan gitu. Kalo emang gak punya teman sebanyak itu, kalian bisa nih ajak para wisatawan lain di situ yang punya tujuan sama untuk bergabung dengan kalian di satu kapal. Selain menambah keseruan liburan kalian, hal ini juga dapat meminimalisir budget yang kalian bawa ketika menyewa kapal untuk penyeberangan nanti. Karena lumayan mahal cuy kalo orangnya sedikit. Kalo orangnya banyakkan enak, jadi lebih murah “pt-ptnya”.
- JALAN TIKUS! Iya, jalan tikus yang bakal bikin liburan kamu gak perlu ribet urus ini-itulah. Namanya Open Trip. Kalo mau lebih seru lagi, kalian bisa ikut paket wisata jenis “open trip” dari salah satu agen penyedia jasa wisata, biasanya lebih dikenal dengan sebutan Tour Organizer (TO). Kini sudah banyak kok penyedia jasa wisata seperti itu. Tapi, kalian tetap harus cari tour organizer yang terpercaya ya, serta memiliki track record yang bagus. Selain itu, lihat juga apakah tour organizer pilihan kalian tadi membuka open trip untuk destinasi wisata yang kalian inginkan atau gak. Sejauh ini sih, gua merekomendasikan tour organizer dari MY PERMATA WISATA atau disingkat MPW. Selain pernah masuk dalam kategori TOP 10 TRAVEL AGENCY versi detik.com, MPW juga sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun dengan client-client besarnya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Pajak, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Perhubungan, Polda Metro Jaya, dan client besar lainnya. Jadi, gak perlu ragu lagi untuk menggunakan jasa tour organizer yang satu ini.
Selamat berlibur!
Rabu, 23 Oktober 2019
Kau Berubah, Namun Tetap Memikat
![]() |
| Foto Bersama di Kediaman Abah Udin |
Kunjungan terakhir kami ke sini mungkin sekitar 4 tahun yang lalu. Tapi, puji syukur tahun ini kami diberikan kesempatan kembali untuk mengunjungi desa ini dalam rangka menghadiri undangan dari salah satu warga desa yang bernama Teh Neng, anak dari Abah Udin yang tidak lain merupakan tokoh agama di sini.
Singkat cerita, setelah ngobrol-ngobrol ringan dan temu kangen dengan Abah Udin dan keluarga, kami pun tidur. Keesokan harinya, kami tidak lupa berkunjung sekaligus berpamitan pulang ke beberapa rumah warga yang dulunya mempunyai andil besar terhadap KKN kami. Namun sayang, kami tidak bisa berpamitan ke semuanya dikarenakan mengejar waktu.
Hmm, ngomong-ngomong tentang kepala desa, semoga siapa pun yang nantinya memenangkan predikat sebagai seorang KADES (Kepala Desa), bisa membawa Desa Sukaharja ini ke arah yang jauh lebih baik dengan memanfaatkan segala potensi desa yang dimilikinya.
Kamis, 14 Februari 2019
R.I.P. My Little Kitten
Sekarang, mereka usianya udah sekitar satu bulanan. Mereka aktif banget kalo lagi main. Lari sana-sini, bercanda dengan saudara-saudaranya. Bahkan, gua yang sedang asik nge-gadget juga berasa digoda untuk ikut bermain bersama mereka, dengan cara menggigiti jari-jari kaki.
Kebetulan, induknya sering banget tiduran di kamar gua. Otomatis anaknya juga dibawa. Yaudahlah gua juga seneng becandain anak kucing. Ga jarang paha gua jadi korban kenakalan mereka. Main panjat-panjat dengan kukunya yang masih tajam. Bahkan ketika gua lagi tidur pernah dikencingin, zzz.
Tapi malem ini, gua kehilangan salah satu dari mereka. Anak kucing yang berwarna oren A baru aja mati. Penyebabnya ga tau persis. Kata keponakan gua yang masih berusia sekitar lima tahunan, kucingnya jatuh dari atas kardus yang berketinggian kurang lebih satu meter.
Tapi menurut gua bukan itu penyebabnya, gua berpikiran bahwa ada seseorang yang ga sengaja nginjek dia. Terlihat dari kondisinya yang terbujur lemas sejak sore tadi. Tarikan nafasnya yang sesak menambah deritanya. Hanya kedua matanya aja yang terlihat masih berfungsi. Tatapannya seolah mengharapkan pertolongan. Gua berilah setetes air untuk meringankan kehausannya dengan menggunakan sedotan.Sepertinya benar dia haus.
Tidak lama setelah itu, datanglah saudaranya yang berwarna hitam. Si hitam mengampiri oren yang terbujur lemas, dia mengigiti sembari memainkan ekor si oren seakan ingin mengajaknya bermain. Melihat tak ada respon dari si oren, si hitam pun bergegas tidur persis di sampingnya dengan meletakkan tangan kanannya di atas leher si oren. Sebagai pecinta kucing, melihat ini seketika hati gua terenyuh. Lalu, gua ambillah hp untuk mengabadikan momen mengharukan ini. Bisa dilihat sendiri gambarnya seperti berikut.
Ga lama kemudian, gua ngeliat induknya dateng. Mendengar kedatangan si induk, Si Hitam dan si Oren B pun menyerbunya untuk menete. Ketika mereka sedang asik menete, gua mengalihkan pandangan ke arah si oren A yang sedang sakit itu. Gua melihat tatapan si oren A yang mengarah ke induk dan saudara-saudaranya yang persis di depannya. Seolah dia ingin mengatakan bahwa dia ingin ikut bergabung.
Tapi apa daya, dia tidak bisa menggerakan tubuhnya, dan hanya bisa menatapnya saja dari kedekatan dengan raut sedih. Karena merasa iba, tanpa pikir panjang, gua letakkan juga si oren yang sedang sakit itu di atas saudara-saudaranya yang sedang asik menete. Dengan harapan si induk bisa melihat anaknya yang sedang sakit dan si oren A bisa merasakan kembali tubuh hangat si induk. Tapi dari situ, si induk hanya menjilat-jilati si oren A aja dan sedikit acuh, bikin gua gregetan zzz.
Kali ini si hitam meletakkan kepalanya tepat di leher si oren A. Sepertinya si hitam sedih dan ingin menemani si oren menjelang kematiannya. Sedangkan si oren B asik bermain sendiri. Bisa dilihat pada gambar dan video berikut.
Di sini, gua udah bingung mau nolonginnya gimana, dan cuma pasrah aja. Hampir sekitar tiga jaman gua menemani si oren A, lalu gua memutuskan pergi ke kamar sebentar untuk men-charge hp. Setelah sekitar 30 menitan, gua kembali lagi untuk mengecek kondisi si oren A, dan ternyata, . . . dia udah terbujur kaku dan mati. Si hitam pun udah ga ada di situ, pergi entah ke mana. Hingga akhirnya, gua langsung menguburnya tepat di depan rumah.
Rest In Peace My Little Kitten
Selasa, 22 Januari 2019
Dibuang Sayang
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Gedung Andi Hakim Nasution, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor - Jawa Barat
Tugu Kujang, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor - Jawa BaratSoftware: Paint Tool Sai
%20-%20HNY%202024_JUMA.jpg)






































