Kamis, 14 Februari 2019

R.I.P. My Little Kitten

Di rumah, gua memelihara beberapa kucing kampung. Kalo dihitung ada sekitar 4 kucing indukan, dan 5 kucing anakan. Dari keempat kucing indukan tadi, ada satu yang baru melahirkan 3 anak. Dua berwarna oren (gua menyebutnya oren A dan oren B), dan satu berwarna hitam.

Sekarang, mereka usianya udah sekitar satu bulanan. Mereka aktif banget kalo lagi main. Lari sana-sini, bercanda dengan saudara-saudaranya. Bahkan, gua yang sedang asik nge-gadget juga berasa digoda untuk ikut bermain bersama mereka, dengan cara menggigiti jari-jari kaki.

Kebetulan, induknya sering banget tiduran di kamar gua. Otomatis anaknya juga dibawa. Yaudahlah gua juga seneng becandain anak kucing. Ga jarang paha gua jadi korban kenakalan mereka. Main panjat-panjat dengan kukunya yang masih tajam. Bahkan ketika gua lagi tidur pernah dikencingin, zzz.

Tapi malem ini, gua kehilangan salah satu dari mereka. Anak kucing yang berwarna oren A baru aja mati. Penyebabnya ga tau persis. Kata keponakan gua yang masih berusia sekitar lima tahunan, kucingnya jatuh dari atas kardus yang berketinggian kurang lebih satu meter.

Tapi menurut gua bukan itu penyebabnya, gua berpikiran bahwa ada seseorang yang ga sengaja nginjek dia. Terlihat dari kondisinya yang terbujur lemas sejak sore tadi. Tarikan nafasnya yang sesak menambah deritanya. Hanya kedua matanya aja yang terlihat masih berfungsi. Tatapannya seolah mengharapkan pertolongan. Gua berilah setetes air untuk meringankan kehausannya dengan menggunakan sedotan.Sepertinya benar dia haus.

Tidak lama setelah itu, datanglah saudaranya yang berwarna hitam. Si hitam mengampiri oren yang terbujur lemas, dia mengigiti sembari memainkan ekor si oren seakan ingin mengajaknya bermain. Melihat tak ada respon dari si oren, si hitam pun bergegas tidur persis di sampingnya dengan meletakkan tangan kanannya di atas leher si oren. Sebagai pecinta kucing, melihat ini seketika hati gua terenyuh. Lalu, gua ambillah hp untuk mengabadikan momen mengharukan ini. Bisa dilihat sendiri gambarnya seperti berikut.
 

Ga lama kemudian, gua ngeliat induknya dateng. Mendengar kedatangan si induk, Si Hitam dan si Oren B pun menyerbunya untuk menete. Ketika mereka sedang asik menete, gua mengalihkan pandangan ke arah si oren A yang sedang sakit itu. Gua melihat tatapan si oren A yang mengarah ke induk dan saudara-saudaranya yang persis di depannya. Seolah dia ingin mengatakan bahwa dia ingin ikut bergabung.

Tapi apa daya, dia tidak bisa menggerakan tubuhnya, dan hanya bisa menatapnya saja dari kedekatan dengan raut sedih. Karena merasa iba, tanpa pikir panjang, gua letakkan juga si oren yang sedang sakit itu di atas saudara-saudaranya yang sedang asik menete. Dengan harapan si induk bisa melihat anaknya yang sedang sakit dan si oren A bisa merasakan kembali tubuh hangat si induk. Tapi dari situ, si induk hanya menjilat-jilati si oren A aja dan sedikit acuh, bikin gua gregetan zzz.
Beberapa jam kemudian, gua membawa si oren A tadi ke bawah meja yang pencahayaannya rada gelap. Maklum, kata orang kucing yang ingin mati sebaiknya ditempatkan di tempat gelap. Dan lagiii, si kucing hitam tadi mengikuti si oren A dan kembali tidur di sampingnya.

Kali ini si hitam meletakkan kepalanya tepat di leher si oren A. Sepertinya si hitam sedih dan ingin menemani si oren menjelang kematiannya. Sedangkan si oren B asik bermain sendiri. Bisa dilihat pada gambar dan video berikut.
Gua sempat memegang beberapa bagian tubuh si oren A, dan itu dingin banget. Tarikan nafasnya pun terlihat lebih sesak dari sebelumnya. Hingga mengeluarkan suara seperti merintih. Mulutnya pun terbuka, megap-megap seolah sedang menghadapi sakaratul maut.

Di sini, gua udah bingung mau nolonginnya gimana, dan cuma pasrah aja. Hampir sekitar tiga jaman gua menemani si oren A, lalu gua memutuskan pergi ke kamar sebentar untuk men-charge hp. Setelah sekitar 30 menitan, gua kembali lagi untuk mengecek kondisi si oren A, dan ternyata, . . . dia udah terbujur kaku dan mati. Si hitam pun udah ga ada di situ, pergi entah ke mana. Hingga akhirnya, gua langsung menguburnya tepat di depan rumah.

Rest In Peace My Little Kitten


Share:

0 Komen:

Posting Komentar